Sistem Informasi Desa Ajibarang Kulon
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 25 orang peserta dengan petugas piket dari Kader RW X. Fokus utama pertemuan adalah menindaklanjuti program "Gayeng Ngiceng Wong Meteng" sebagai langkah preventif kesehatan ibu dan anak.
Bidan Desa Ajibarang Kulon, Andri Prastiwi, menekankan pentingnya pelaporan cepat bagi setiap ibu hamil baru. Ia menginstruksikan para kader agar tidak menunggu pemeriksaan medis formal untuk melaporkan temuan di lapangan. Berdasarkan laporan terkini, tercatat total 27 ibu hamil yang tersebar di 12 RW, dengan populasi terbanyak berada di RW 01 (6 orang) dan RW 08 (5 orang).
"Kader harus proaktif. Data dasar seperti NIK, nomor BPJS, Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), hingga riwayat persalinan harus tercatat lengkap agar pendampingan bisa dilakukan sejak dini," ujar Bidan Andri dalam materinya.

Selain pendampingan ibu hamil, rapat ini merumuskan empat indikasi utama dalam penanganan stunting di Desa Ajibarang Kulon:
Cakupan Imunisasi: Mengoptimalkan imunisasi usia 0-9 bulan, termasuk vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis. Kader diminta melakukan sweeping buku KIA secara rutin.
Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe): Meningkatkan kesadaran konsumsi Fe bagi ibu hamil dan remaja putri guna mencegah anemia.
Kunjungan 1000 HPK: Memaksimalkan pendampingan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa keemasan pertumbuhan anak.
Skrining Kesehatan: Melakukan pengecekan anemia secara berkala dan pemberian Vitamin A serta obat cacing.
Sebagai tindak lanjut, telah disepakati jadwal kegiatan kesehatan bulan Februari, di antaranya:
Posyandu: Dimulai tanggal 10 Februari.
Posbindu: Dilaksanakan pada 13 Februari.
Imunisasi: Serentak pada 14 Februari.
Melalui koordinasi yang solid antara bidan desa, Kader Kesehatan, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), diharapkan derajat kesehatan masyarakat Ajibarang Kulon terus meningkat dan target zero stunting dapat tercapai.